Peristiwa

Ups! Staf Khusus Gubernur Sulut Diduga Lecehkan Perempuan, Korban Mengaku Diintimidasi di Hadapan Polisi

×

Ups! Staf Khusus Gubernur Sulut Diduga Lecehkan Perempuan, Korban Mengaku Diintimidasi di Hadapan Polisi

Sebarkan artikel ini

EKSPOSTIMES.COM- Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang staf khusus Gubernur Sulawesi Utara mencuat ke ruang publik. Seorang perempuan berinisial CL (23) melaporkan insiden sentuhan tidak pantas yang dialaminya di sebuah warung makan di kawasan Sario, Kota Manado, Minggu (1/2), sekitar pukul 05.00 WITA.

Menurut keterangan korban, peristiwa itu terjadi saat ia berada di lokasi bersama rekannya. CL mengaku terkejut dan merasa direndahkan martabatnya setelah seorang pria yang berada di dekatnya melakukan tindakan yang ia nilai sebagai pelecehan seksual.

Situasi di lokasi sempat memanas. Terduga pelaku membantah tudingan korban dan disebut tidak menunjukkan itikad meminta maaf. Sebaliknya, ia mengancam akan melaporkan balik CL dengan dalih tuduhan tersebut tidak benar.

Korban kemudian meminta klarifikasi berbasis bukti dengan mendorong pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan menghadirkan saksi di tempat kejadian. Di warung makan tersebut terdapat CCTV yang aktif. Korban menilai pemeriksaan rekaman menjadi cara paling objektif untuk memastikan peristiwa yang terjadi.

Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba di lokasi. Namun, menurut pengakuan CL, kehadiran polisi belum serta-merta meredakan situasi. Di hadapan petugas, terduga pelaku disebut mengaku sebagai staf khusus Gubernur Sulawesi Utara dan menyampaikan pernyataan yang dinilai merendahkan korban.

Ia juga kembali melontarkan ancaman pelaporan balik serta tuntutan pidana.

Upaya penyelesaian secara damai, termasuk permintaan agar terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf, disebut tidak mendapat respons positif. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke Polsek Sario dan menyatakan siap mempertanggungjawabkan laporannya secara hukum apabila tidak terbukti.

Dari pemeriksaan awal kepolisian, rekaman CCTV di lokasi kejadian disebut mendukung keterangan korban. Meski demikian, polisi menegaskan proses masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka.

“Saya hanya ingin pengakuan dan permintaan maaf,” kata CL.

Perkembangan kasus ini direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut memutuskan memberhentikan seorang oknum Staf Khusus Bidang Pertambangan berinisial DD yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut, Denny Mangala. Ia menegaskan dugaan perbuatan tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak boleh dikaitkan dengan institusi pemerintahan maupun pimpinan daerah.

“Tidak elok jika perilaku pribadi dibawa-bawa atas nama institusi, apalagi dikaitkan dengan pimpinan daerah. Ini murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara,” ujar Denny.

Menurut dia, setelah menerima laporan awal, Gubernur Sulut langsung menginstruksikan pemberhentian yang bersangkutan dari jabatannya sebagai staf khusus. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Denny, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Pemprov Sulut menghormati proses hukum yang berjalan dan memastikan tidak ada intervensi dalam penyelidikan kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, korban yang merasa dilecehkan sempat bereaksi spontan dengan menyiram kepala terduga pelaku menggunakan air, dibantu rekannya yang berada di lokasi kejadian. Kasus ini kini ditangani kepolisian dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (*/jenglen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d