Peristiwa

Gema Perang dan Air Mata di Gala Perdana “Believe” Ajil Ditto Hidupkan Kisah Jenderal Agus Subiyanto

×

Gema Perang dan Air Mata di Gala Perdana “Believe” Ajil Ditto Hidupkan Kisah Jenderal Agus Subiyanto

Sebarkan artikel ini
Ajil Ditto, Adinda Thomas, dan para pemain film Believe saat menghadiri gala premiere di Plaza Senayan XXI Jakarta
Gala film Believe menguras emosi di XXI Plaza Senayan. Kisah Jenderal Agus Subiyanto dihidupkan Ajil Ditto dengan aksi dan air mata.

EKSPOSTIMES.COM- Suasana XXI Plaza Senayan berubah haru dan heroik pada Jumat malam (18/7/2025). Gala premiere film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian bukan sekadar peluncuran sebuah karya sinema, melainkan perayaan keberanian, luka masa lalu, dan perjuangan seorang anak negeri menemukan makna hidup di bawah bayang-bayang sosok ayah yang gugur di medan perang.

Deretan bintang besar seperti Ajil Ditto, Adinda Thomas, Wafda Saifan, Maudy Koesnaedi, hingga Marthino Lio tampil penuh wibawa di karpet merah.

Mereka hadir bukan hanya sebagai pemeran, tapi juga penyampai kisah nyata yang lahir dari darah, air mata, dan tekad: biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dituangkan dalam buku Believe Based on a True Story of Faith, Dream, and Courage.

Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, serta diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama yang menandai debut rumah produksi tersebut. Film ini membelah pakem perfilman nasional dengan genre drama-laga berlatar perang, sesuatu yang jarang disentuh dengan skala sebesar ini di Indonesia.

Produser Celerina Judisari menggambarkan Believe sebagai potret emosional hubungan ayah-anak, dibalut intensitas medan tempur dan gejolak batin.

“Film ini bukan sekadar tentang pertempuran, tapi tentang warisan moral yang ditinggalkan seorang ayah kepada anaknya,” ujarnya saat sesi press conference usai penayangan perdana.

Baca Juga: Keluarga Besar Kodim Minahasa Rame-rame Nonton Film “BELIEVE

Cerita dimulai dari Agus muda (Ajil Ditto), yang hidup di bawah bayang sosok ayahnya, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit tangguh di Operasi Seroja 1975.

Saat sang ayah gugur, Agus terhantam kehilangan dan misteri pengorbanan yang tak pernah ia pahami. Namun di kemudian hari, langkah hidup membawanya menjadi prajurit, justru menghadapi Miro (Marthino Lio) sosok musuh yang pernah berhadapan langsung dengan ayahnya.

Perjalanan Agus menjadi lebih dari sekadar pelatihan militer. Ia menelusuri luka keluarga, memaknai keberanian, dan harus menjawab pertanyaan eksistensial: apakah ia akan menemukan kedamaian, atau justru kehilangan segalanya seperti ayahnya dulu?

Visual pertempuran digarap dengan megah dan emosional, menjadikan film ini sebagai salah satu kandidat terkuat film nasional bertema patriotik tahun ini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tamu, Indonesia Tegaskan Diri sebagai Produsen Film di Cannes

Maudy Koesnaedi tampil mengesankan sebagai ibu yang rapuh namun tegar, menambah lapisan emosi dalam cerita.

Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 24 Juli 2025.

Bagi para pencinta film nasional dan kisah nyata yang menggugah jiwa, ini bukan film yang bisa dilewatkan. Ini adalah panggilan untuk mengingat, menghargai, dan percaya. (Kom/Lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d