EKSPOSTIMES.COM– Aura ketegasan memancar dari sosok Senator DPD RI Dr. Maya Rumantir, MA, Ph.D., saat ia melontarkan peringatan keras kepada para pengurus Koperasi Merah Putih (KOPDES) yang tengah dibentuk di berbagai kelurahan di Sulawesi Utara.
Bukan tanpa alasan. Dalam rangka tugas Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan dan pembangunan desa, Maya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik. Hasilnya, ia menyerap satu kegelisahan besar, mentalitas pengurus yang belum siap menghadapi amanah besar program Koperasi Merah Putih.
“Jangan NODAI Merah Putih dengan mental korup! Nama ini bukan sembarangan, ia mengandung semangat juang dan pengorbanan. Koperasi ini adalah langkah besar Presiden Prabowo untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari desa-desa. Jangan sampai dikhianati oleh tangan-tangan kotor!” seru Maya dengan nada tajam namun sarat cinta tanah air.
Koperasi Desa merupakan program prioritas nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas menggerakkan kembali ekonomi rakyat melalui koperasi yang sehat, kuat, dan merata hingga ke desa dan kelurahan.
Namun seperti diakui Maya, jalan mulia ini tidak bebas dari rintangan. Dari aspek teknis hingga kapasitas sumber daya manusia, masih banyak lubang yang harus dijembatani. Terutama, menurutnya, soal integritas dan karakter para pengurus koperasi.
“Mereka tidak hanya dituntut cakap dalam mengelola koperasi, tapi juga punya mental pejuang, bukan pencuri! Saya temukan masih ada oknum yang hanya melihat program ini sebagai ladang baru untuk memperkaya diri.” Ujarnya
Maya tidak berhenti pada kritik. Ia sudah menyiapkan langkah nyata. Dalam waktu dekat, ia akan menemui Menteri Koperasi dan UKM RI untuk membahas bagaimana negara bisa membekali para pengurus dengan etos kerja dan nilai antikorupsi.
Sebagai pendiri Institut Pengemban Sumber Daya Manusia Maya Gita, Maya menyatakan siap menyediakan modul-modul pelatihan karakter dan kewirausahaan untuk mendukung keberhasilan KOPDES.
Tak hanya itu, ia juga telah mengaktifkan jaringan masyarakat sipil yang selama ini menjadi pendukung perjuangannya, seperti BA’GEMAS (Barisan Generasi Emas), Kelompok Doa SABDA, dan Laskar Merah Putih.
“Saya tugaskan mereka menjadi mata, telinga, dan hati rakyat. Awasi bukan hanya Koperasi Merah Putih, tapi juga Dana Desa. Saya tahu, masih banyak desa yang jadi sapi perah oknum kepala desa. Jangan diam. Laporkan ke Rumah Aspirasi & Inspirasi Maya Rumantir!”. Jelasnya
Sosok Maya Rumantir bukan nama baru dalam dunia advokasi publik dan kepemimpinan perempuan. Peraih Kartini Award dua kali (1996 dan 2024) ini baru saja kembali dari Amerika Serikat setelah dianugerahi gelar “Wanita Perkasa dari Asia” oleh lembaga kultural internasional Kesultanan.
Baca Juga: Senator Maya Rumantir: Hamba Tuhan Harus Jadi Teladan Moral dan Suara Kenabian
Di Pemilu 2024, ia tercatat sebagai 4 besar peraih suara tertinggi se-Indonesia berdasarkan persentase, menandakan kepercayaan rakyat yang terus menguat.
“Seribu langkah dimulai dari satu langkah. Tapi langkah pertama itu yang paling berat. Kita harus kompak, jujur, dan berani menolak korupsi sejak dari dasar!”. Ucapnya
Dr Maya Rumantir, MA, Ph.D berpesan bahwa Koperasi Merah Putih bukan alat politik, bukan proyek bancakan, tapi jembatan keadilan ekonomi. Siapa pun yang mencederai misi ini, sesungguhnya telah mengkhianati Merah Putih itu sendiri.
“Jangan main-main dengan amanah rakyat. Jika perlu, saya akan hadir langsung di lapangan, mendengarkan suara masyarakat, dan menindak oknum yang mencoba menggerogoti harapan bangsa.” Tutup Maya
Perang terhadap korupsi bukan slogan. Bagi Maya, itu medan juang. Dan Koperasi Merah Putih adalah medan tempur berikutnya. (Rizky)













