EKSPOSTIMES.COM- Mimpi Garuda Pertiwi untuk terbang tinggi menuju Piala Asia Putri 2026 mulai terguncang. Di bawah sorotan lampu Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Rabu malam (2/7), Timnas Putri Indonesia harus menelan pil pahit setelah ditundukkan Pakistan 0-2 dalam laga krusial Grup D Kualifikasi Piala Asia.
Di hadapan publik sendiri, anak-anak muda Indonesia justru tampil tegang dan seolah kehilangan arah permainan. Sementara Pakistan, yang tampil tanpa beban, justru bermain efektif dan menghukum Indonesia dengan dua gol cepat di babak pertama.
Baca Juga: Menang Tapi Belum Puas! Garuda Pertiwi Tumbangkan Kyrgyztan, Mochizuki Targetkan Gol Lebih Banyak
“Ya, tentu kita harapkan hari ini menang. Tapi memang mereka seperti main tidak lepas. Maklum masih usia muda,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang terlihat menyimpan kekecewaan mendalam usai laga.
Pakistan mencetak gol pertama lewat kaki Nadia Khan pada menit ke-7, yang sempat membentur tubuh Gea Yumanda hingga mengecoh kiper Iris De Rouw. Gol tersebut seakan membekukan semangat tim Merah Putih. Tak lama berselang, petaka kembali datang. Penalti Suha Hirani pada menit ke-18 menambah luka Garuda Pertiwi dan membuat skor berubah menjadi 0-2.
Meski berusaha bangkit dan menggempur pertahanan lawan, segala upaya Zahra Muzdalifah, Sheva Imut, hingga Felicia De Zeeuw belum mampu mengubah papan skor. Bahkan saat babak kedua dimulai dengan pergantian pemain dan strategi baru dari pelatih Satoru Mochizuki, Indonesia tetap menemui tembok tebal pertahanan Pakistan.
Peluang demi peluang lahir, seperti sundulan Reva Octaviani hingga sepakan Siti Rosdilah yang nyaris menembus jala Zeeyana Zivraj. Namun dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada Garuda Pertiwi.
Hingga peluit akhir berbunyi, papan skor tak bergeming. Indonesia takluk di kandang sendiri, dan impian menuju Australia 2026 pun mulai memudar.
Baca Juga: Demi Darah dan Tanah Air, Iris de Rouw Resmi Jadi WNI, Siap Kawal Gawang Garuda Pertiwi
Kini Indonesia duduk di posisi ketiga klasemen sementara dengan tiga poin angka yang sama dengan Pakistan, namun kalah head to head. Harapan terakhir ada di laga penentuan kontra Taiwan, Sabtu (5/7). Tak hanya wajib menang, Indonesia juga harus berharap Pakistan tergelincir saat menghadapi Kirgizstan di hari yang sama.
Satu langkah salah, dan Garuda Pertiwi bisa dipaksa mengubur impian tampil di ajang tertinggi sepak bola Asia tahun depan. (*/tim)









