EKSPOSTIMES.COM- Sulawesi Utara bersiap memasuki babak baru pembangunan infrastruktur. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengumumkan dua mega proyek yang siap mengubah wajah provinsi ini, yakni pembangunan jalan tol Manado-Amurang dan perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Dalam Forum Konsultasi Publik RPJMD Sulut 2025-2029 yang digelar di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (25/3/2025), Gubernur Yulius menegaskan bahwa proyek tol telah diajukan ke Bappenas dan Kementerian PUPR.
“Ini bukan sekadar proyek biasa. Ini adalah lompatan besar untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sulut. Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
Selain tol, perhatian juga tertuju pada perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang nantinya bisa menampung pesawat sekelas Boeing 777 atau Airbus A330.
“Saat ini, bandara kita masih terbatas. Dulu pernah ada wacana memindahkan ke Lembeh, Bitung, dan membangun jembatan penghubung Bitung-Lembeh. Tapi untuk saat ini, prioritas utama adalah memperpanjang landasan pacu,” papar Yulius.
Rencana ini diyakini akan mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi Sulut. Bandara yang lebih besar berarti lebih banyak wisatawan, lebih banyak investasi, dan tentu saja, lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga: Revitalisasi Besar-Besaran! Gubernur Sulut Kucurkan Rp35 Miliar untuk Stadion Gelora Ambang
Di luar proyek tol dan bandara, Gubernur juga menargetkan penyelesaian Ring Road 3 (Winangun-Kalasey) untuk mengurai kemacetan. Namun, ia mengingatkan bahwa proses pembebasan lahan harus bersih dari praktik korupsi.
“Jangan ada yang main-main! Harga lahan bisa melonjak tidak masuk akal, dari Rp3 miliar jadi Rp9 miliar. Bahkan harga pohon kelapa pun bisa dimanipulasi. Saya minta Kajati ikut mengawasi agar tidak ada penyimpangan,” ujar Yulius dengan nada tegas.
Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, menegaskan bahwa forum konsultasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanat hukum sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Ini bukan hanya rencana di atas kertas. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dengan proyek-proyek strategis ini, Sulawesi Utara diproyeksikan menjadi gerbang utama perdagangan dan pariwisata di Indonesia Timur, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. (tim)












